RSS

Arsip Bulanan: Januari 2011

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful


Preface of Shaykh Abd al Aziz Ibn Baz

Praise belongs to Allah alone; peace and blessing on the last Prophet, his family and his Companions.

I was introduced to the valuable and concise treatise on the Muslim’s belief prepared by our brother, the great scholar Shaikh Muhammad As-Saleh al-Uthaimin. I listened to it all and found that it covers the creed of the Sunnites and the mainstream majority of the Muslims in the area of the oneness of Allah, His attributes, the belief in the angels, the books and the messengers, the Day of Judgment, and in the belief in fate and the divine decree. He succeeded in collecting what the seeker of knowledge and every Muslim needs for his belief in Allah, His angels, His scriptures, His messengers, the Day of Judgment, and fate. He included in his treatise useful information related to the Muslim’s beliefs that are not readily available in many of the books written on these topics. May Allah reward the author, increase him in knowledge and guidance, and make this book and his other books most useful. May Allah, the Hearer and the Close, bless us and him and all our brothers and make us among those who are guiding and rightly guided to call people to Allah with sure knowledge.

Dictated by ‘Abd al-Aziz ibn Baz, may Allah forgive him and shower peace and blessing on our Prophet Muhammad, his family, and his Companions.

Translator’s Foreword

I found this treatise of the Muslim’s creed a concise and useful presentation of a very important topic. The need for this treatise, especially among non-Arabic speaking readers, cannot be overestimated. Therefore, I decided to translate it and make it accessible to English readers.

I would like to draw the attention of the readers to the following points:

– I gave the book the title THE MUSLIM’S BELIEF instead of the author’s Aqidatu Ahl As Sunnah wa al Jama’ah, which may be translated as The Creed of the People of the Sunnah and Majority. I think my preference is justified by: a) The title I preferred is shorter; b) The two titles have almost the same meaning; c) The original title contains some technical terms that are not only difficult to translate, but also difficult to understand by many readers; and d) The original title may antagonize some readers who are misinformed about the true designations of the words in the original title.

Read the rest of this entry »

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2011 in Islam

 

Tag:

Best way to live and die


The Qur’an: The Last Revelation

I comprehended that it was found imperative due to innovations attributed to Divine revelation that the need arose for another Prophet after Eesa (alaihissalam) with another revelation after the Gospel. This is why Allah sent Muhammad (sallallaho alaihi wasallam) with the last Message, (i.e., the Qur’an), to bring all of mankind back to the belief in and worship of One Allah, without partners or intermediaries. According to Muslims, the Holy Qur’an, the permanent ultimate source of guidance for mankind, offers a rational and historical elucidation of the magnificent role of Eesa (alaihissalam). The name Eesa (alaihissalam) is cited twenty-five times in the Qur’an, which contains a chapter called Maryam (Mary), named after the mother of Eesa (alaihissalam).

Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2011 in Islam

 

Tag:

Spirit Ideologis Zakat


Zakat. Ilustrasi
Oleh M Fuad Nasar

Islam memperlihatkan keberpihakan terhadap hak-hak dasar kaum miskin untuk dapat hidup secara layak. Kemiskinan tidak boleh dibiarkan menimbulkan disfungsi sosial. Di sinilah pentingnya zakat sebagai sistem pendistribusian kekayaan yang memungkinkan setiap orang dalam segala kondisi terjamin kebutuhan pokoknya.

Pada tahap pertama, setiap orang diwajibkan bekerja dan berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Di samping itu, Islam menetapkan adanya kewajiban untuk memenuhi hak kerabat sebagai perintah agama dan perbuatan baik yang utama.

Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2011 in Islam

 

Tag:

Masih Kenakan Rok Mini, Dia Minta Dituntun Bersyahadat


Dia Richardson

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES – Hidayah bisa datang dari mana saja. Bagi Dia Richardson, hidayah datang saat ia menghadiri pernikahan sahabat temannya di sebuah masjid. Saat dia datang, dia mengenakan baju pesta terbaiknya, dengan potongan rok mini. “Kaki adalah aset terbaikku,” ujarnya, saat sang teman, Shabazz Khadijah, mengingatkan untuk mengenakan rok panjang.

Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2011 in Mu'alaf

 

Tag:

Terinspirasi Gerakan Shalat, Aranthea Kissoon Merancang Yoga Islami


Rakha

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Setelah mencari selama satu tahun lebih untuk menemukan pusat kebugaran yang sesuai setelah dirinya masuk Islam, Fatima Ismael, ibu tiga anak berusia 32 tahun ini girang betul. Ia berkenalan dengan rakha, seni yoga yang menggabungkan olah tubuh dengan nasyid Islami.

Rakha, istilah bahasa Arab untuk kesejahteraan, kini populer di kalangan Muslim Inggris yang bersemangat untuk gaya hidup sehat. Sebuah latihan rutin dasar dimulai peregangan dan latihan kardiovaskular, yang diyakini meningkatkan kesadaran dan meningkatkan energi.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 28, 2011 in Mu'alaf

 

Tag:

Dedengkot PDI Ditangkap KPK


Dedengkot PDIP, Panda Nababan di jemput paksa oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandara Soekarno Hatta. Hal itu dibenarkan oleh Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait tentang penjemputan paksa itu. Nampaknya, KPK akan memenjarakan para anggota DPR yang sudah makan ‘travelers check’, saat pemilihan Deputi Dewan Gubernur BI, Miranda Gultom.

“Ya Pak Panda dijemput paksa oleh KPK sekitar dua jam yang lalu di Bandara Soekarno Hatta. Beliau rencananya mau berangkat ke Rakornas PDIP di Batam. Kan nanti malam kita ada acara Rakornas di sana,” jelasnya Maruarar Sirait kepada wartawan.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 28, 2011 in Tak Berkategori

 

Tag:

Seandinya SBY Bisa Bersedih?


Kita hanyalah bisa berandai-andai. Tidak lebih dari itu. Menghadapi penguasa di negeri ini. Penguasa yang tidak dapat bersedih melihat penderitaan rakyatnya. Penguasa yang sudah kehilangan empati terhadap rakyatnya. Penguasa yang sudah tumpul hati nuraninya. Tidak peduli dengan segala penderitaan rakyat.

Kita ingin Presiden SBY menangis dan bersedih, berempati langsung kepada keluarga yang anaknya satu demi satu meninggal. Meninggal akibat kemelaratan yang menderanya. Satu demi satu sebuah keluarga anaknya meninggal. Enam orang anaknya seluruhnya meninggal. Tak tersisa. Sangat getir. Presiden SBY yang lahir di kota Pacitan, mestinya sanngat paham. Karena Pacitan dalam kurun waktu yang panjang rakyatnya di dera kemiskinan yang akut. Makanan rakyatnya tiwul, yang terbuat dari gaplek. Mestinya Presiden SBY sangat merasakan penderitaan itu, dan langsung mengulurkan tangannya kepada keluarga yang miskin itu.

Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 25, 2011 in Tak Berkategori

 

Tag: