RSS

Menuntut Ilmu

02 Des

طَــلَبُ الْـعِـلْمِ فَـرِ يْـضَـةٌ عَـلىَ كُـلِّ مُسْــلِـمٍ وَ مُسْـلِـمَـةٍ

Menuntut ‘ilmu adalah fardhu kifayah bagi tiap-tiap Muslim baik ia Laki-laki maupun Wanita”. (Ibnu‘Abdil baar)

مَنْ اَرَ ادَ الـدُّ نْــيَافَـعَـلَـيْـهِ بِـالْـعِـلْمِ، وَمَنْ اَرَ ادَ الأخِرَ ةَ فَـعَـلَــيْـهِ بِـالْـعِـلْمِ وَ مَنْ اَرَ ادَ هُـمَـا فَــعَــلَــيْــهِ بـِا لْـعِـلْـــمِ

“Barangsiapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan urusan Dunia. Wajib ia memiliki ‘ilmu nya. Dan barangsiapa yang ingin (bahagia di) Akhirat. Wajib ia memiliki ‘ilmunya. Dan barangsiapa yang meng inginkan ke dua-duanya. Wajib pula ia memiliki ‘ilmu kedua-duanya”. (Dalam batas-batas yang diridhoi Allah SWT) . (H.R. Al-Buhori dan Muslim)

“Barangsiapa yang pergi menuntut ‘ilmu, maka ia telah termasuk golongan Fi-Sabilillah (orang yang menegakkan Agama Allah). Hingga ia sampai kembali” (kerumahnya). (H.R. At-Thurmidzy)

لاَ تَـعْـلَـمُوْاالْـعِلْمَ لـِتُـبَاهُوَ ا بِـهِ الْـعُلَـمَآءَ،وَ لاَلـِتُـمَارُوْابِـهِ السُّـفَـهَاءَ وَ لاَ تَجْـرِئُـوْابِـهِ فِى الْـمَجَالِسِ أَوْ لـِتَصْرِفُوْاجُوْاهَ الـنَّاسِ إِ لَـيْـكُمْ فَـمَنْ فَـعَـلَ ذلِكَ فَـالــنَّارَ … فَـالــنَّارَ!

“Janganlah kalian menuntut ‘ilmu untuk dibanggakan pada kalangan para Ulama. Atau untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Dan jangan pula menuntut ‘ilmu untuk penampilan dalam Majelis. Atau untuk menarik perhatian orang-orang kepa damu. Barang siapa yang berbuat seperti itu. Maka bagi nya Neraka ! Neraka ! (H.R.At-Turmudzy dan Ibnu Majah)

تَــعَـلَّـمُـوْالْـعِلْـمَ وَ تَـعَـلَّـمُـوْالـِلْـعِلْـمِ السَّــكِـــيْــنَـةَ وَ الْــوَ قَـارَ وَ تَــوَا ضَعُـوْا لِـمَـنْ تَــعَــلَّــمُـوْنَ مِـنْـهُ

“Tuntutlah ‘ilmu dan belajarlah (untuk ‘ilmu) Ketenangan dan Kehormatan diri. Dan bersikaplah rendah Hati kepada orang yang mengajari kamu”. (H.R. Muslim)

Seorang muslim sangat dianjurkan untuk mencari ilmu ke manapun, tempat ilmu itu dapat diraih. Dalam menuntut ilmu, sesungguhnya lelaki-perempuan tidak dibatasi oleh waktu. Anggapan bahwa perempuan memiliki waktu terbatas, karena didesak kewajiban berkeluarga dan mengasuh anak tidaklah benar. Sesungguhnya setiap lelaki dan perempuan memiliki kesempatan sama untuk thalabul ’ilmi. Sabda Nabi saw., “Manusia harus mencari ilmu dari buaian sampai ke liang lahat”. Inilah pemikiran yang tepat dan demokratis tentang pendidikan seumur hidup bagi sesama. Jika benar kita umatnya, marilah beri kesempatan serupa antara lelaki dan perempuan untuk menjalankan kewajiban menuntut ilmu hingga akhir hayat dikandung badan.

Dalam kehidupan sehari-hari kewajiban yang harus dijalankan seorang muslim dibagi menjadi dua, yaitu :

Pertama: fardhu ‘ain (kewajiban individual) seperti shalat, shaum, haji, menuntut ilmu, melakukan amar makruf nahi mungkar, dll.

Kedua: fardhu kifayah (kewajiban kolektif), seperti membentuk jamaah yang beraktivitas mendakwahkan Islam dan melakukan amar makruf nahi mungkar serta mendirikan Khilafah (membaiat seorang khalifah) yang akan menegakkan syariah Islam secara formal dalam negara serta untuk menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.

Thalabul ’Ilmi atau menuntut ilmu merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap individu muslim.

Rasulullah saw bersabda: Menuntut ilmu wajib atas setiap Muslim (HR Ibnu Majah).

Melihat urgentnya perkara Thalabul ’Ilmi dalam hadis lain dikatakan, “Jadilah kamu orang berilmu, atau pencari ilmu, atau pendengar (ilmu), atau pecinta (ilmu) jangan menjadi yang kelima (orang bodoh) nanti kamu binasa.” (Lihat: Al-Fathul Kabir, I/204).

Al-Ghazali membagi ilmu pengetahuan menjadi fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Bagi setiap muslim dengan menuntut ilmu merupakan sarana untuk kita bisa mengetahui tata cara beribadah atau cara kita dalam bermu’amalah. Karena ibadah tanpa didasari dengan ilmu tidak diterima ibadahnya maka di sini, hukum menuntut ilmu pengetahuan menjadi fardu ‘ain. Bukankah Allah SWT juga menjelaskan bahwa tujuan penciptaan adalah untuk beribadah kepada-Nya.

Firman Allah SWT (QS. 51 : 56):

Dalam perkara muamalah, Islam tidak menginginkan umatnya menjadi kaum yang bodoh sehingga mudah diperdaya oleh kaum kafir. Kemunduran yang terjadi di dunia Islam terjadi karena umat muslim meninggalkan al-quran dan hadits sebagai sumber ilmu pengetahuan yang utama, karena Islam sebagai agama tidak mempunyai kelemahan tetapi kelemahan itu terjadi karena kaum muslim itu sendiri. Sudah saatnya kita beranjak dari bergegas memperbaiki diri dengan ilmu-ilmu yang mempelajari tentang Allah SWT, Rasul-Nya, Agama-Nya dengan dalil-dalil.

Dengan ilmu yang bermanfaat dan bersumber pada Al-quran dan Hadits, kita akan mendapat kemulian dunia akhirat, beranjak dari kebodohan dan kegelapan dan meraih kembali kejayaan Islam dan melanjutkan kehidupan Islam yang sempat tertunda. “Sesungguhnya ilmu itu adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”(diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqodimah Kitab Shohihnya 1/14).

KITA SEMUA TAHU Bahwa Kejayaan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah mencerminkan Islam adalah agama yang luar biasa. Bahkan Eropa pun seolah-olah tidak berdaya menghadapi kemajuan Islam terutama di bidang IPTEK. Walaupun pada akhirnya kejayaan Islam masa Dinasti Abbasiyah telah berakhir dan hanya menjadi kenangan manis belaka, KITA sebagai generasi penerus harus senantiasa berusaha untuk menjadi generasi yang pantang menyerah apalagi di zaman serba modern ini kemajuan IPTEK semakin sulit untuk dibendung. Kemajuan IPTEK merupakan tantangan yang besar bagi kita. Apakah kita sanggup atau tidak menghadapi tantangan ini tergantung pada kesiapan pribadi masing-masing .

Diantara penyikapan terhadap kemajuan IPTEK masa terdapat tiga kelompok yaitu:

1. Kelompok yang menganggap IPTEK moderen bersifat netral dan berusaha melegitimasi hasil-hasil IPTEK moderen dengan mencari ayat-ayat Al-Quran yang sesuai;

2. Kelompok yang bekerja dengan IPTEK moderen, tetapi berusaha juga mempelajari sejarah dan filsafat ilmu agar dapat menyaring elemen-elemen yang tidak islami,

3. Kelompok yang percaya adanya IPTEK Islam dan berusaha membangunnya.
Sains adalah sarana pemecahan masalah mendasar setiap peradaban. Ia adalah ungkapan fisik dari world view di mana dia dilahirkan. Maka kita bisa memahami mengapa di Jepang yang kabarnya sangat menghargai nilai waktu demikian pesat berkembang budaya “pachinko” dan game. Tentu disebabkan mereka tak beriman akan kehidupan setelah mati, dan tak mempunyai batasan tentang hiburan.

Kini umat Islam hanya sebagai konsumen sains yang ada sekarang. Kalaupun mereka ikut berperan di dalamnya, maka secara umum mereka tetap di bawah kendali pencetus sains tersebut. Ilmuwan-ilmuwan muslim masih sulit menghasilkan teknologi-teknologi eksak apalagi non-eksak untuk menopang kepentingan khusus umat Islam.

Dunia Islam mulai bangkit (kembali) memikirkan kedudukan sains dalam Islam pada dekade 70-an. Pada 1976 dilangsungkan seminar internasional pendidikan Islam di Jedah. Dan semakin ramai diseminarkan di tahun 80-an.

Karena itu, dengan menuntut ilmu kita berada di jalan Allah, memiliki pahala yang terus mengalir meskipun sepeninggal kita, tidak terlaknat, ditinggikan derajatnya dan yang terpenting adalah: dimudahkan Allah SWT menuju surga.

Setiap muslim mempunyai kewajiban menuntut ilmu (ilmu pengetahuan Islam), khususnya yang berkaitan dengan ibadah. Kita renungkan beberapa hadist kaitan menuntut ilmu :

Pertama : Berada di jalan Allah

“Barangsiapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu (ilmu pengetahuan Islam), berarti dia berada di jalan Allah hingga pulang” (HR Turmudzi)

Kedua : Mendapatkan pahala yang mengalir terus menerus

“Jika anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecualai 3 hal, yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya.”(HR Muslim)

Ketiga : Agar tidak terlaknat

“Dunia dan seisinya terlaknat, kecuali yang memanfaatkannya demi kepentingan dzikrullah dan yang serupa dengan itu, para ulama dan orang-orang yang menuntut ilmu” (HR Turmudzi)

Keempat : Ditinggikan derajatnya

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS 58:11).

Kelima : Dimudahkan jalan menuju surga

“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga” (HR Muslim)

Kita Renungkan dalam surat Al-Ashr :

Dalam surat Al-Ashr pokok-pokok isinya : “Semua manusia berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik.” ARTINYA : dalam Surat ini menerangkan bahwa manusia yang tidak dapat menggunakan masanya dengan sebaik-baiknya termasuk golongan yang merugi.

Tunggu apa lagi, selagi kita masih diberi kesempatan hidup, segeralah dan jangan ditunda-tunda lagi, untuk menuntut ilmu agar jika kita mati, tidak dalam golongan orang yang mengalami kerugian. Alangkah sayangnya jika kematian telah mendatangi kita, kita masih belum menjalankan satu pun tahapan dalam surat Al-Ashr, apakah kita mau jika kelak di alam kubur / barzah keadaannya gelap gulita, padahal disanalah kita menunggu entah berapa juta tahun lagi, hari kebangkitan seperti yang dijanjikan Allah SWT, Marilah sebelum malaikat maut benar-benar menghampiri kita, laksanakanlah dulu perintah Allah SWT yang pertama dalam Surat Al-Ashr`, yaitu belajar untuk menuntut ilmu agama Islam yang benar, benar artinya sesuai dengan Al-qur`an dan Sunnah atau Hadits shahih dari Rasullulah SAW.

Jadi jika seseorang yang mempunyai akal dan pikiran yang cerdas dan sensitive, mendengar atau membaca surat Al-Ashr` ini, pasti akan berusaha untuk menyelamatkan diri dari kerugian. Amin yra.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 2, 2011 in Islam

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: