RSS

Berkah Allah SWT Mengalir Deras, Saat Doa Ibu Mengalir Deras

28 Jan

Ingin selamat dunia akhirat? Jangan pernah bosan meminta Ibu mendoakan Anda.

Orang yang berdoa, apalagi seorang ibu, berarti mengadukan masalahnya kepada Allah. Dan Allah adalah sebaik-baiknya teman yang mendengarkan segala pengaduan kita. Allah pula Yang Maha Pengasih dan Maha Mengatur Segala Urusan di dunia ini. Berdoa adalah ibadah, sesuai perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya : “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Al-Mumin: 60). Berdzikir, yang menjadi bagian dari doa, adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah yang bisa membuat jiwa manusia tenang. Seperti firman Allah : ” Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (Ar-Ra’d:28).

Rahasia Doa

Tahukah Anda bahwa doa memiliki potensi besar untuk mengubah segalanya? Mengubah sesuatu yang tak mungkin menjadi sangat mungkin. Berdoa kepada Allah, berarti meminta sesuatu kepada yang memiliki segalanya. Allah Maha Kuasa untuk mengabulkan doa orang yang meminta kapan saja dan dimana saja. Bahkan tak ada yang dapat menolak takdir buruk menjadi baik selain dengan doa dan Allah berkenan menghapus daftar takdir menurut kehendak-Nya. Tak ada yang lebih mulia di sisi Allah selain doa, karena merupakan ungkapan penghambaan manusia kepada Allah yang menciptakannya.

Doa adalah otak ibadah. Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang mengatakan itu. Doa adalah benteng dan senjata umat Islam.”Doa adalah senjata orang beriman, tiang agama dan cahaya langit-langit dan bumi.

Jadi, bayangkan betapa besar manfaat doa ibu bagi anak-anaknya.

Kemuliaan Ibu

Pengorbanan seorang ibu sungguh tak terukur besarnya, sampai-sampai surga pun diibaratkan berada dibawah telapak kaki ibu. Suatu kali Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam didatangi seseorang yang bertanya : Ya Rasulullah siapakah orang yang paling berhak aku layani (patuhi) ? Jawab Nabi: “Ibumu. ” Ia bertanya lagi: “Kemudian siapa lagi ? ” Jawab Nabi : ” Ibumu.” Ia bertanya lagi: ” Kemudian siapa lagi ?” Jawab Nabi : ” Ibumu.” Ia bertanya lagi: ” Kemudian siapa lagi ? ” Jawab Nabi : ” Ayahmu.” (HR. Bukhari Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab ibumu…ibumu…ibumu… sampai tiga kali baru menjawab bapakmu, karena tingginya derajat dan kemuliaan seorang ibu bahkan bila dibandingkan dengan bapak. Karena itulah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:” Ridha Allah itu tergantung ridha kedua ibu bapak, dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua ayah ibu. Dan surga itu ada di bawah telapak kaki ibu.”

Sedemikian mulianya ibu, hingga Allah lebih menekankan kewajiban berbakti kepada ibu tanpa harus melupakan jasa-jasa bapak dalam membesarkan anak-anaknya. Dalam Al Quran, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya ; ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu (QS Luqman: 14)

Menjadi ibu sama saja seperti kita ikut pelatihan menjadi orang yang sabar. Bagaimana tidak? Ibu tersenyum saja ketika janin dalam kandungannya menendang-nendang.Bukannya marah malah tertawa bahagia. Rasa sakit saat melahirkan pun tidak dianggap sebagai penderitaan melainkan kebahagiaan. Ibu yang menyusui selama dua tahun, lalu menyapihnya dengan sabar. Bukankah ini sebuah pengorbanan besar bagi seorang ibu?

Ustadz Syamsuddin Noor dalam bukunya berjudul Dahsyatnya Do’a Ibu, mengingatkan bahwa Allah membarengkan perintah untuk bersyukur kepada orang tua, khususnya kepada ibu yang melahirkan, dengan perintah bersyukur kepada-Nya. Allah ebih menegaskan, bahwa anak wajib berbakti dan berbuat baik kepada orang tua, terutama ibu yang harus diutamakan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: ” Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al Ahqaf:15). Dalam ayat ini, disebutkan bahwa ibu yang mengandung dan melahirkan dengan susah payah, kemudian menyusuinya selama dua tahun. Maksudnya agar perhatian kita dalam mengabdi kepada ibu harus lebih besar lagi. Begitu mulianya seorang ibu, sehingga tak akan ada hijab yang akan menghalangi doanya kepada Allah untuk kebaikkan anaknya. Maka berhati-hatilah dalam memperlakukan orangtua, terutama ibu.

Ayat-ayat Al Quran berikut ini memerintahkan agar anak selalu menghormati dan berbakti kepada ibu bapaknya. ” Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak.” (QS. Al Baqarah:83). ” Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak (QS An Nisa:36)

Kewajiban berbakti dan berbuat baik kepada ibu bapak berada pada urutan kedua setelah perintah menyembah Allah. Hal ini jelas menunjukkan betapa tingginya derajat orang tua dihadapan Allah dan betapa besarnya hak orang tua terhadap anak-anak untuk dihormati, dimuliakan dan dilayani dengan sebaik-baiknya. Setiap anak, barulah disebut sebagai anak shalih, bila dia taat kepada Allah dan taat pula kepada kedua ibu bapaknya.

Doa Ibu

Kemuliaan ibu sanggup menyingkap hijab sehingga doanya akan lebih cepat sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Wassalam berkata,” ada empat macam doa yang mustajab, yaitu 1) Doa imam (penguasa) yang adil, 2) Seseorang yang mendoakan saudaranya dengan diam-diam (tanpa diketahui orang yang didoakan), 3) Doa orang yang teraniaya, 4) Doa orang tua bagi anaknya.” Dari berbagai keterangan yang dihimpun oleh Ustadz Syamsuddin Noor dalam bukunya tersebut, dikatakan bahwa doa-doa yang lekas diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah :

• Doa orang yang sedang melakukan ibadah haji
• Doa orang yang sedang perang fi sabilillah
• Doa orang yang sedang sakit
• Doa orang yang mendoakan saudaranya dari kejauhan (secara ghaib)
• Doa orang tua kepada anaknya
• Doa orang yang sedang dalam perjalanan
• Doa orang yang terzalimi/teraniaya
• Doa penguasa yang adil

Maka salah satu doa yang mustajab itu antara lain adalah doa ibu kepada anaknya. Jadi bila seorang ibu selalu mendoakan kebaikan anaknya, maka insya Allah doanya akan segera dikabulkan. Bahkan dalam keadaan tertentu, doa ibu yang terucap bisa langsung terbukti dan menjadi kenyataan.

Ada empat rahasia manfaat doa ibu. Yakni, pertama, doa ibu menjadi sangat ampuh karena kesucian dan kemuliaan doa itu sendiri di sisi Allah. Kedua, Doa ibu menjadi sangat ampuh, karena kemuliaan orang tua khususnya ibu di sisi Allah pula, Ketiga, karena besarnya pahala berbakti pada orangtua. Dan keempat, karena sangat beratnya dosa menyakiti hati orang tua.

Berbakti kepada Orang tua

Berbakti kepada orang tua termasuk amalan utama yang paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Paling dicintai Allah, artinya dekat sekali dengan rahmat Allah. Dengan demikian, Anda yang berbakti kepada orang tua akan selalu mendapat perlindungan dan pertolongan Allah dan hidupnya insya allah diberkahi-Nya.

Salah seorang sahabat Nabi, Abdullah bin Mas’ud berkata : ” Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam perbuatan manakah yang paling dicintai Allah? Jawab Rasulullah : ” Shalatlah tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi:” Kemudian apa lagi?” Jawab Rasulullah: “Berbaktilah kepada kedua orang tuamu.” Kemudian aku bertanya lagi: ” Kemudian apa lagi ? ” Jawab Nabi Muhammad : ” Berjuanglah untuk menegakkan agama Allah.” (HR. Bukhari Muslim)

Jadi tiga perbuatan yang paling dicintai Allah adalah, melakukan shalat tepat pada waktunya, berbakti kepada ibu dan bapak dan berjuang di jalan Allah. Ketiga amalan itu saling terkait. Shalat adalah amal ibadah untuk memenuhi hak Allah untuk disembah dan tidak melakukan perbuatan musyrik. Berbakti kepada orang tua adalah amal utama untuk memenuhi hak sesama makhluk untuk saling berbuat kebaikan. Dan orang yang paling berhak diperlakukan dengan sebaik-baiknya adalah ibu..ibu..ibu kemudian bapak. Lalu orang-orang yang dapat memenuhi hak Allah dan hak makhluk-Nya, akhirnya mampu menumbuhkan jiwa berjuang di jalan Allah. Yaitu berjuang mencari keridhaan Allah dan keridhaan orang tua.

Naskah: Ratih Sayidun
Majalah AULIA http://majalahaulia.com/
Source : http://muslimah.eramuslim.com

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 28, 2012 in Renungan

 

Tag:

4 responses to “Berkah Allah SWT Mengalir Deras, Saat Doa Ibu Mengalir Deras

  1. sudars

    Januari 28, 2012 at 10:46 am

    pak nyuwun ijin,saya mau copy artikelnya

     
    • Nur Aminuddin

      Januari 29, 2012 at 10:27 am

      Monggo…

       
  2. rafaqo

    Januari 31, 2012 at 1:59 pm

    subhanalloh

     
  3. Muhamad Yunus MyArt

    Maret 27, 2012 at 7:50 pm

    Terima kasih atas penulisan makalah tersebut di atas, hal ini sanat baik untuk kemashalatan umat Islam, sekali lagi terima kasih

     

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: