RSS

Yohanna Anisa Indriyani, Tertarik Islam Sejak SD (1)

04 Jan

04-01-2013 10-59-43

REPUBLIKA.CO.ID, Ayah dan ketiga adiknya mengikuti jejaknya menjadi Muslim.

Lahir dan dibesarkan di keluarga non-Muslim tak membuat Yohanna Anisa Indriyani kehilangan kesempatan mengenal Islam.

Lingkungan sekolah dan sosialnya ternyata berpengaruh besar dalam membentuk jiwa gadis yang kini berusia 23 tahun ini. Dari sekolah pula ia mengenal Islam, agama yang tak pernah ada di keluarganya. Dari sekolah pula, keinginannya untuk mengetahui lebih dalam tentang Islam terus tumbuh dari hari ke hari.

Belum lekang dari ingatan Anisa bagaimana ia selalu mengikuti pelajaran agama di sekolah. Namun, bukan pelajaran agama yang saat itu ia anut, melainkan pelajaran agama Islam. Pelajaran agama Islam? Ya, begitulah adanya.

“Saat SD, guru agama membolehkan muid-murid non-Muslim untuk ikut belajar. Waktu itu dibebaskan untuk ikut atau tidak, dan saya pilih tetap di kelas dan ikut belajar. Saya nggak bisa baca Alquran waktu itu, jadi ya saya mendengarkan saja,” kenang Anisa.

Bagi kita yang lahir dalam kondisi Muslim, boleh jadi pelajaran agama Islam terasa biasa-biasa saja, tak ada sesuatu yang menantang. Tapi, tidak bagi Anisa. Bagi dia yang non-Muslim, mengikuti pelajaran agama Islam saja adalah hal yang menarik sekaligus menantang.

Karena itu, ia tak jemu melakukannya. Mulai dari bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah, Anisa tak pernah absen mengikuti dan menyimak pelajaran agama Islam.

Kala itu, meski setia dengan pelajaran agama Islam, Anisa juga rajin ke gereja setiap Ahad. Ibundanya selalu mendorong dan menyemangatinya untuk taat beribadah Minggu.

Anisa tidak menolak, namun ada pertanyaan besar yang memenuhi rongga kepalanya waktu itu. Ia merasa aneh karena ibadahnya tak sama dengan teman-temannya di sekolah. Ia terus bertanya-tanya, namun tak pernah ditanggapi serius oleh keluarganya karena dianggap masih bocah.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Afriza Hanifa

Baca : Yohanna Anisa Indriyani, Tertarik Islam Sejak SD (2)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 4, 2013 in Mu'alaf

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: