RSS

Linda Lestari, Berkah Hidayah Si Anak Adopsi (1)

06 Mar

kaligrafi

REPUBLIKA.CO.ID, — “Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam ke adaan fitrah. Maka, kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi,” demikian sabda Rasulullah SAW riwayat Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Bukhari, dan Imam Muslim.

Hadis tersebut seakan mewakili apa yang terjadi dalam kehidupan Linda. Jikalau tak diadopsi keluarga Muslim, bisa jadi Linda kini bukanlah seorang yang kaffah dalam berislam. Bukan pula seorang yang berkenan menghabiskan waktunya untuk memberdayakan saudara-saudaranya sesama mualaf.

Sedih. Itulah yang dirasakan Linda saat menghadapi realita sebagai anak adopsi. Tapi, pada saat yang sama ia bersyukur. Sebab, dari keluarga yang mengadopsinya, ia mengenal Islam.

“Di satu sisi, saat menyadari sebagai anak adopsi, merasa tidak tinggal dengan keluarga kandung tentu sedih, merasa tersisih. Mengapa orang tua kandung nggak menyayangi. Tapi, di sisi lain bersyukur. Sebab, dengan jalan ini saya menjadi Muslim,” ujar Muslimah mualaf berusia 38 tahun ini menjelaskan.

Linda lahir dari keluarga Tionghoa beragama Kong Hu Chu. Tapi, kelahirannya dianggap pembawa sial keluarga. Saat sang ibunda mengandung Linda, usaha keluarga tiba-tiba bangkrut. Linda pun diyakini akan membawa dampak negatif bagi keluarga jika tidak diadopsi oleh keluarga lain.

“Bapak ibu saya Tionghoa. Saya diadopsi keluarga Melayu. Menurut kepercayaan orang Tionghoa, kalau ibu hamil mengalami kondisi tertentu atau kejadian tertentu maka anaknya harus diadopsi,” ungkap Linda mengisahkan hidupnya.

Linda melanjutkan, ”Kalau saya, waktu ibu hamil usaha bangkrut. Jadi, dari segi ekonomi tertekan karena bangkrut, ditambah menurut kepercayaan itu harus diasuh orang lain,” paparnya.

Secara adat, di kota tempat kelahirannya, Bagansiapiapi, Riau, adopsi anak dari etnis Tionghoa merupakan hal lumrah. Keluarga Melayu-lah yang banyak menjadi rekan ‘transaksi’ adopsi tersebut. “Kebetulan, di tempat saya banyak keluarga Melayu yang nggak punya anak.”

Hidup di tengah keluarga Melayu, Linda pun dididik dan dibesarkan sesuai ajaran agama Islam. Ia mendapat pendidikan agama yang memadai, hingga mengenyam bangku kuliah.

Saat ini, Linda bahkan menjadi guru Bahasa Arab di sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di Yogyakarta. Kedalaman ilmu agamanya patut diacungi jempol.

n
Reporter : afriza hanifa
Redaktur : Damanhuri Zuhri

Nur Aminudin
STMIK Pringsewu
Baca : Linda Lestari, Berkah Hidayah Si Anak Adopsi (2)
Baca : Linda Lestari, Berkah Hidayah Si Anak Adopsi (Bagian-3, habis)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 6, 2013 in Mu'alaf

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: