RSS

Rakor Soroti Berbagai Macam Masalah

18 Apr

IMG-20130417-01818-nur

PRINGSEWU – Rapat koordinasi (rakor) bulanan Pemkab Pringsewu menyoroti berbagai macam permasalahan yang mengemuka di kabupaten setempat. Rakor di gelar di Balai Pekon Sukoyoso Kecamatan Sukoharjo, Rabu (17/4).

Rakor dipimpin Bupati Pringsewu H. Sujadi, didampingi Wakil Bupati H.Handitya Narapati SZP, Sekdakab Drs. H. Idrus Effendi beserta para asisten, serta dihadiri pula para staf ahli bupati dan seluruh kepala SKPD, dari Kemenag dan BPS, para camat, serta uspika dan kepala pekon se Kecamatan Sukoharjo.

Seperti dari Dinas Pertanian dan Kehutanan yang masih membutuhkan personil TBO (Tenaga Bantuan Operasional) Polhut untuk pengawasan hutan dan pengawasan distribusi/mobilisasi hasil hutan di Kabupaten Pringsewu. Personil yang ada belum ada SK bupati, sehingga pengawasan menjadi kurang maksimal.

Maraknya pemasangan iklan baik komersil maupun perorangan yang dipasang pada pohon n penghijauan di sepanjang jalan protokol yang tidak diketahui oleh aparatur baik pekon maupun kecamatan, diutarakan pihak Kecamatan Gadingrejo. Karenanya perlu dilakukan koordinasi antara pihak terkait dengan pihak kecamatan, terkait pemasangan iklan, baik baleho maupun media iklan luar ruang lainnya.

Sementara masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yaitu agar tidak merokok di dalam rumah, memberantas jentik nyamuk, serta menggunakan jamban sehat.

IMG-20130416-01814-nur

Hal itu diperlukan kerjasama lintas sektoral seluruh camat se Kabupaten Pringsewu, kelurahan, pekon serta tokoh masyarakat, PKK, PMD, untuk mensosialisasikan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua APDESI Kabupaten Pringsewu Woto Siswoyo mengharapkan pengadaan kendaraan dinas berupa sepeda motor bagi para kepala pekon, serta fasilitasi guna mendapatkan program-program dari pemerintah pusat.

Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam kesempatan tersebut meminta semua satuan kerja untuk dapat melaksanakan tertib adminsitrasi di masing-masing instansi.

Utamanya adalah masalah perizinan yang harus lebih diseriusi, seperti pembangunan gedung-gedung baru yang harus memenuhi standard dan kelengkapan lainnya.

Dan yang harus benar-benar diperhatikan adalah harus mematuhi peraturan yang berlaku, seperti harus benar-benar di luar Garis Sempadan Bangunan. “Masalah perizinan dan aturan pembangunan gedung atau bangunan lainnya, perlu disosialisasikan, agar masyarakat mengetahuinya. Bukan hanya dalam hal membangun bangunan umum, termasuk tempat ibadah. Kita ingin memberi contoh yang baik kepada masyarakat,” imbuhnya. (jon/mar)

(Via : http://www.koraneditor.com)
Nur Aminudin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 18, 2013 in Serba-Serbi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: