RSS

Arsip Bulanan: Juni 2009

Bimtek dan Sosialisasi Pemilu Presiden Serentak di Medan-Manado


Bimtek_Manado.Ok

Manado, mediacenter.kpu.go.id – Staf KPU di daerah nantinya akan dilengkapi buku panduan teknis untuk pelaksanaan Pemilu Presiden. Apabila menjelang hari-H Pemilu Presiden buku panduan tersebut belum diterima, maka soft copy buku panduan akan dikirim lewat email atau bisa di-download melalui website Media Center KPU Pusat.

Anggota KPU, Endang Sulastri, menyatakan ini dalam pengarahannya kepada para peserta kegiatan ‘Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009’ yang dilaksanakan di Aston Manado City Hotel, Manado, pada 8-10 Juni 2009. Kegiatan di Manado ini merupakan bagian dari mata rantai kegiatan Bimtek KPU di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan Elections-MDP, United Nations Development Programme (UNDP). Kegiatan ini diikuti anggota divisi teknis dan sosialisasi dari 86 kabupaten/kota dari delapan provinsi, yakni dari Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara.
Endang juga meminta agar para pengurus KPUD segera, “Menyusun rencana sosialisasi Pilpres dengan mengacu rencana kerja dari KPU.” Dia mendorong agar segenap KPUD melakukan audiensi dan melakukan sosialisasi pada kantor-kantor Dinas, BUMD dan kantor-kantor Pemda lainnya dalam penyebaran informasi dan sosialisasi Pilpres. “Termasuk mengundang organisasi keagaman, kepemudaan, dan organisasi massa,” katanya.

Sementara, anggota KPU lainnya, Andi Nurpati, menjelaskan panjang lebar tentang proses pencetakan dan distribusi surat suara. “Masing-masing kabupaten/kota harus membuat jadwal untuk distribusi surat suara dengan melibatkan PPK dan PPS,” kata Andi.

Dalam kegiatan serupa di kota Medan, Sumatra Utara, anggota KPU Sjamsulbahri menyatakan harapannya agar segenap pengurus KPUD bekerja keras dan sungguh-sungguh untuk menyukseskan Pemilu Presiden. “Ini penting agar integritas KPU tidak dicurigai lagi,” katanya.
Sama dengan di Manado, kegiatan Bimtek dan Sosialisasi Pilpres di Medan juga berlangsung pada 8-10 Juni 2009. Kegiatan di Medan yang berlangsung di Hotel Tiara diikuti 83 kabupaten/kota dari lima provinsi yakni Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Riau, dan Kepulauan Riau.

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 21, 2009 in Uncategorized

 

Tag:


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 21, 2009 in Uncategorized

 

Tag:

Pemilih Cerdas


Pemilih Cerdas

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 19, 2009 in Uncategorized

 

Tag:

Tahukah Anda ?


Kontak: Data Collection and Management
Alamat: Jl. Imam Bonjol No. 29, Jakarta Pusat, Telp: 021-3145955, Faks: 021- 3145855,
http://mediacenter.kpu.go.id
Format dan Run Down Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden*
1. Segmen pertama: Pemaparan visi misi masing-masing capres/cawapres dengan waktu tujuh sampai 10 menit. Dimulai dari capres/cawapres nomor urut 1, nomor urut 2, dan nomor urut 3.
2. Segmen kedua: Formatnya, moderator mengajukan satu pertanyaan yang dijawab berturut-turut secara bergantian oleh capres/cawapres.
3. Pertanyaan dari moderator dijawab oleh masing-masing capres/cawapres secara berurutan:
a. Pertanyaan pertama dijawab secara berturut-turut dimulai dari capres/cawapres nomor urut 2, nomor urut 3, dan nomor urut 1. Setiap jawaban maksimal dua menit.
b. Pertanyaan kedua dijawab secara berturut-turut dimulai dari capres/cawapres nomor urut 3, nomor urut 1, dan nomor urut 2. Setiap jawaban maksimal dua menit.
c. Pertanyaan ketiga dijawab secara berturut-turut dimulai dari capres/cawapres
nomor urut 1, nomor urut 2, dan nomor urut 3. Setiap jawaban maksimal dua menit.
4. Segmen ketiga: Formatnya, moderator mengajukan pertanyaan ke salah satu capres/cawapres, lalu capres/cawapres tersebut menjawab dua menit. Moderator memberikan kesempatan kepada kedua capres/cawapres lainnya untuk menanggapi jawaban dari capres/cawapres yang bersangkutan, maksimal dua menit. Terakhir capres/cawapres pertama memiliki hak memberi tanggapan balik selama satu menit.
a. Pertanyaan pertama diajukan kepada capres/cawapres nomor urut 3. Capres/cawapres nomor urut 3 menjawab selama dua menit. Selanjutnya, moderator mempersilakan kepada capres/cawapres nomor urut 1 untuk menanggapi selama dua menit. Setelah itu capres/cawapres nomor urut 2 menanggapi selama dua menit. Giliran terakhir, capres/cawapres nomor 3 menanggapi balik selama satu menit.
b. Pertanyaan kedua diajukan kepada capres/cawapres nomor urut 1. Capres/cawapres nomor urut 2 menanggapi selama dua menit, dilanjutnya capres/cawapres nomor urut 3 selama dua menit. Giliran terakhir, capres/cawapres nomor urut 1 menanggapi selama satu menit.
c. Pertanyaan ketiga diajukan kepada capres/cawapres nomor urut 2. Capres/cawapres nomor urut 3 menanggapi selama dua menit. Capres/cawapres nomor urut 1 menanggapi selama dua menit. Terakhir, capres/cawapres nomor urut 2 dapat menanggapi selama satu menit.
5. Segmen Keempat: Formatnya, tiap capres/cawpres menyampaikan pernyataan penutup maksimal 1,5 menit dimulai berturut-turut dari capres nomor urut 1, 2 dan 3. Acara ditutup moderator dan diserahkan kembali ke host.
*Debat dilaksanakan sebanyak lima kali. Tiga kali debat antarcapres dan dua kali debat antarcawapres.
Update: 18/06

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 19, 2009 in Uncategorized

 

Tag:

Surat Suara Pilpres akan Selesai Tepat Waktu


Dipublikasikan: 12 Juni, 2009 jam 11:56
persiapan_suara_presiden

Jakarta, Mediacenter.kpu.go.id–Untuk mengetahui dan melihat proses pencetakan surat suara Pilpres 2009, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Aziz dan Andi Nurpati meninjau pabrik PT Ganeca Exact (Cibitung) dan PT Dian Rakyat (Jakarta).
Dalam jumpa pers di kedua pabrik tersebut, Aziz optimis bahwa tenggat waktu 15 hari dalam kontrak antara KPU dengan perusahan percetakan untuk proses pencetakan sekaligus distribusi surat suara dapat terealisasi.
“Kami mohon bantuan agar distribusi untuk daerah yang sulit terjangkau lebih didahulukan. Tanggal 23 Juni seluruh pekerjaan ini sudah selesai, sehingga ada tenggat waktu untuk mensortir dan mengganti jika ada kerusakan,” tambah Aziz.
Bukan hanya distribusi surat suara, tetapi juga formulir-formulir yang disediakan olej KPU provinsi. Pengirimannya harus sejalan dan sinkron dengan logistik yang dikirimkan oleh pusat. Dengan cara seperti itu KPU Provinsi bisa mendistribusikan dengan lebih terkontrol lagi.
Untuk kelancaran, Aziz juga menambahkan monitoring dan pelaporan melalui jaringan-jaringan internet atau komunikasi lainnya pun harus terus dilakukan. Sistem pelaporan monitoring inipun telah disosialisasikan kepada KPU di daerah.
Senada dengan Aziz, Andi Nurpati mengatakan melihat proses dan kapasitas yang dimiliki oleh percetakan-percetakan, KPU yakin tenggat waktu akan dapat dipenuhi oleh semua perusahaan percetakan.
Direktur Utama PT Ganeca Exact Ketut Suardhana Linggih mengatakan sampai tanggal 10 Juni 2009 (malam) jumlah surat suara yang sudah tercetak adalah sebanyak 13.225.284 dari 40 juta surat suara yang ditargetkan. “Surat suara untuk Kalimantan sudah selesai dan sebagian sudah dikirim, saat ini surat suara untuk daerah Jawa Barat sedang dalam pencetakan,” kata Ketut.
Sedangkan Lukmanul Hakim Adam Direktur Marketing PT Dian Rakyat mengatakan, perusahaannya optimis bisa memenuhi target yang ditentukan KPU dengan kapasitas mesin yang mampu mencetak 3,6 juta surat suara per hari. “Besok pagi sudah mulai dilakukan pengiriman ke Bangka Belitung dan dijadwalkan pengiriman akan selesai sebelum tanggal 22 Juni atau 21 Juni,” tambah Lukman.
Sumber: Media Center KPU

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 18, 2009 in Uncategorized

 

Tag:

Kebangkitan Islam Indonesia Harus Dimulai Lahirnya Ilmuan Muslim


Ariif Nur Kholis
Selasa, 01 Juli 2008

agus_pur

Yogyakarta- Pakar Fisika Teori, Agus Purwanto, DSc menyatakan bahwa impian kebangkitan masyarakat Islam di Indonesia yang dahulu di dengungkan akan terjadi pada abad ke limabelas Hijriyah, yang tertinggal dalam era modern ini, harus dimulai dengan lahirnya ilmuan muslim dalam ilmu-ilmu alam. Menurut dosen ITS yang dikala mahasiswa menjadi Ketua IMM ITB tersebut, sayangnya ulama muslim tidak banyak yang membahas ayat-ayat kauniyah Al Qur’an yang dalam buku Ayat-Ayat Semesta ada sebanyak 1.108 ayat.
Menurut Agus, Kamis (27/06/2008) di Yogyakarta dalam acara Kajian Buku Ayat-Ayat Semesta yang ditulis doktor alumni Universitas Hirosima Jepang ini, sayangnya para ulama kita banyak menghabiskan waktu, tenaga dan dana untuk menuliskan kitab-kitab fiqh dan jarang sekali yang membahas tentang alam semesta. “Menurut Syaikh Thanthawi ulama kita itu sangat fiqh, sangat esoteris, mengabaikan serta meremehkan akal” ungkapnya sambil merujuk nama guru besar Universitas Kairo, Syaikh Jauhari Thanthawi, penulis tafsir Al Jawahir. “Cerita kehebatan ilmuan muslim seperti Ibnu Rusd, Ibnu Sinna hanya menjadi dongeng sebelum tidur saja dan cenderung menjadi doktrin saja, tidak dibahas dimana dan bagaimana hebatnya” lanjutnya kemudian.
Lebih lanjut di Agus menyatakan bahwa sekarang bisa dipetakan dimana masalah ketertinggalan dunia Islam akan penguasaan ilmu pengetahuan bukan sekedar masalah dana, namun karena masalah teologis. . “ Jadi tidak sekedar kekurangan dana, namun isi kepala orang Islam harus dibongkar” terangnya dalam dialek Jawa Timuran yang khas. Konsep masuk surga ummat Islam hingga saat ini masih terbatas hanya masalah menolong orang miskin dan janda, sehingga banyak orang berbondong-bondong semua mengurus hal itu. Menurut Agus, melihat kenyataannyabahwa bangsa yang eksis adalah bangsa yang bersaing kuat, karena kuatnya penguasaan basic sains. Khusus untuk Indonesia, menurut Agus dalam hal pembentukan peradaban, bangsa Indonesia layak disebut bangsa biadab bila dilihat dari jumlah doktor fisika murni yang hanya berjumlah lima belas orang dari seluruh jumlah rakyat Indonesia.
Dalam buku Ayat Ayat Semesta, menurut Agus ada klasifikasi subjek dari A-Z yang membagi ayat-ayat kauniyah yang telah dipilahnya dari Al Qur’an, sehingga bisa menjadi bahan kajian ayat-ayat kauniyah dari Al qur’an. Menariknya, setelah diadakan penelitian jumlah aya ayatnya ternyata berbeda dengan penelitian syaikh Jauhari Thantawi yang hanya 750 ayat-ayat kauniyah. Buku yang ditulisnya ini menurutnya akan membantu penelitian ayat-ayat Al Qur’an yang membahas tentang alam semesta , yang selama ini terselip diantara 6236 seluruh ayat Al Qur’an. Al Qur’an menurutnya banyak membahas tentang alam semesta yang menurutnya bisa menjadi hipotesa yang menantang untuk dibuktikan oleh para ilmuan. (arif)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 17, 2009 in Uncategorized

 

Tag:

Tanwir Aisyiyah 2009, Ketahanan Keluarga Pilar Kemajuan Bangsa


Arif Nur Kholis
Selasa, 09 Juni 2009

Yogyakarta – Aisyiyah sebagai sayap gerakan perempuan Muhammadiyah gerakannya sudah ada sejak Muhammadiyah berdiri, hamper seratus tahun yang lalu walaupun baru resmi berdiri tahun 1917. Walaupun dimasa pergerakan nasional itu banyak organisasi sejenis yang berkembang, hanya Aisyiyahlah yang gerakannya masih terus berjalan hingga sekarang. Menurut Ketua Umum PP Aisyiyah, Prof. Siti Chamamah Soeratno dalam Press Conference menjelang Tanwir Aisyiyah 2009, Selasa (9/06/2009) di kantor PP Muhammadiyah, Jl Cik Di Tiro Yogyakarta, dari pengalaman sejar itulah Aisyiyah merasa prihatin dengan perkembangan bangsa . “Masalah yang serius sekarang adalah terjadinya kerentanan ketahanan keluarga, karena itu tema Tanwir kali ini memilih: Ketahanan Keluarga Pilar Kemajuan Bangsa”.
Menurut Chamamah, kondisi keluarga yang rentan itu terkait dengan kondisi kemiskinan, kuatnya budaya konsumerisme dan hedonisme, hadirnya media massa yang serba bebas, dan pendidikan yang belum sepenuhnya membangun akhlak warga bangsa. “Sehingga bagi Asiyiyah kehidupan bangsa saat ini memerlukan perubahan-perubahan dan topangan yang kokoh untuk memacu kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan” terangnya. “Karena itu perlu upaya untuk memperkokoh daya tahan keluarga” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Steering Commite Tanwir Aisyiyah 2009, Dra. Siti Noordjanah Djohantini, M.M., M.Si. menerangkan bahwa pilihan tema ini mungkin bisa dianggap tidak kontekstual karena saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi Pemilihan Presiden. Namun Noordjanah menerangkan bahwa menurut Aisyiyah perhatian kepada bangsa juga bisa melalui perhatian pada ketahanan keluarga, karena ini sangat penting . “ Keadaan keluarga sangat berkaitan erat dengan carut marutnya kehidupan bangsa saat ini” tegasnya.
Tanwir Aisyiyah 2009 ini dijadwalkan akan berlangsung di Asri Medical Center (AMC) di Jalan HOS Cokroaminoto (Kampus UMY lama) dan juga Kampus Terpadu UM Yogyakarta. Direncanakan akan hadir Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri Kesehatan Siti Fadhilah Supari. Di akhir acara direncanakan akan dihadiri Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (arif)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 17, 2009 in Uncategorized

 

Tag: