RSS

Arsip Bulanan: November 2010

Lirik lagu Ungu Percaya Padaku


Aku tak tahu apa yang kurasakan
Dalam hatiku saat pertama kali
Lihat dirimu melihatmu

Seluruh tubuhku terpaku dan membisu
Detak jantungku berdetak tak menentu
Sepertinya aku tak ingin berlalu

[*]
Berikan cintamu juga sayangmu
Percaya padaku ku ‘kan menjagamu
Hingga akhir waktu menjemputku

[**]
Ku berikan cintaku juga sayangku
Percaya padaku ku ‘kan menjagamu
Hingga akhir waktu menjemputku

Saat ku tahu kau akan pergi jauh
Izinkan aku ‘tuk selalu menatimu
Untuk katakan ku ingin dirimu

Agar kau tahu betapa ku terlalu
Mencintaimu aku akan menunggu
Hingga dirimu kembali untukku

Back to [*][**]

Tolonglah aku bagaimana diriku
Ungkapkan itu rasa yang membelenggu
Dalam hatiku ku cinta padamu

Back to [*][**]

Back to [*]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 23, 2010 in Uncategorized

 

Tag:

Masjid di Inggris Dilempari Botol Bir dan Dikencingi Demonstran Anti Islam


Situs Surreycomet Inggris melaporkan bahwa sekelompok demonstran bertopeng telah melemparkan botol bir dan buang air kecil di sebuah masjid, menyusul aksi pawai yang mereka lakukan yang konon bertujuan untuk melawan ekstrimisme Islam.

Tidak hanya itu, daging babi juga ditinggalkan di mobil dekat masjid di Kingston selama aksi penyerangan sekelompok pemuda yang berjumlah 10-15 orang yang berlangsung hari Ahad lalu.

Masjid Kingston mengklaim dalam insiden penyerangan tersebut di East Road, para pelaku juga menggunakan tongkat bisbol dalam aksi penyerangan mereka namun cerita ini tidak dikonfirmasi oleh polisi.

Tapi petugas keamanan menemukan dua potong kayu di dekat lokasi penyerangan.

Polisi dipanggil ke masjid pada pukul 13:15 dan menangkap tiga laki-laki kulit putih, yang kini telah dibebaskan dengan jaminan tanpa dakwaan.

Rizwan Khaliq, juru bicara Asosiasi Muslim Kingston, mengatakan: “Di bawah kedok memprotes unsur-unsur ekstrimis dalam lingkungan umat Islam, sekelompok orang bertopeng berkumpul di luar masjid meneriakkan kata-kata kotor.”

“Mereka buang air kecil di dinding masjid, melemparkan botol bir, dan menggunakan tongkat bisbol untuk menghancurkan jendela masjid.”

“Perbuatan tercela tersebut tidak punya tempat dalam masyarakat kita dan tindakan itu adalah sesuatu yang kita semua harus bersatu melawannya,” tegas Khaliq.

“Semua masyarakat harus datang bersama-sama dan bersatu melawan agenda kebencian seperti itu – Yang agenda tersebut tidak memiliki tempat dalam masyarakat kita.” (fq/Surreycomet)

Sumber :

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 23, 2010 in Uncategorized

 

Tag:

Bermula Dari “Hanya Berjabat Tangan”


Oleh :bidadari_Azzam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda , “Sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk menggunakan jarum dari besi itu masih lebih baik dari pada menyentuh perempuan yang tidak halal untuk dia sentuh” (HR Thabrani).

Sedari masa sekolah, hadits tersebut dan hadits lain yang sehubungan dengan persoalan jabat tangan “dengan lawan jenis” sudah diberitahukan oleh guru agamaku.

Namun karena memang di lingkungan sekolah dan perumahan tempat kami tinggal umumnya pergaulan masyarakat tidak islami—dan tidak pula terlalu bebas seperti sekarang ini, maka hal-hal yang agak tabu akan menjadi gossip hangat.

Contohnya beberapa belas tahun lalu, mulai ada kakak senior yang memperkenalkan kepada masyarakat tentang acara resepsi pernikahan yang bernuansa islami. Dalam undangannya yang sederhana, ada catatan : Hendaknya tamu berpakaian yang menutup aurat, dan tamu laki-laki & perempuan akan disediakan tempat duduk terpisah.

Para undangan yang sudah berburuk sangka langsung mencemooh dan berencana untuk tidak hadir. Sedangkan para undangan yang hadir, sibuk melempar segala prasangka yang tentu menjurus kepada fitnah.

Dari sekedar kata-kata, “aneh-aneh aja nih acara, aliran apa sih mereka ini?”, atau “gila! Pengantennya sok suci banget, gue ngajak salaman eeeh… dia cuma mendekapkan tangan di depan dada, ckckckck…”, atau “ya ampuuun, koq nikahan kayak gini, pengantinnya dipisah-pisah, tamu dipisah-pisah, gak ada goyang dangdutnya pula…”, hehehe, bahkan sampai ada yang bergosip bahwa orang tua pengantin tidak bisa mendidik anaknya dengan baik (karena sampai jadi aneh begitu) dan tidak punya dana yang cukup buat menyewa tim penghibur yang keren untuk pesta yang seharusnya meriah itu.

Apalagi tidak ada sesi photo “pre wedding”, ngirit banget tuh yah… Juga saat acara selesai, ternyata pengantin yang kedatangan tetangga-tetangga dekat sebagai panitia kecil acara itu, tetap mengundang rasa curiga, pengantin laki-laki hanya mau berjabat tangan dengan para bapak, sedangkan pengantin perempuan hanya mau berjabat tangan dengan para ibu.

Masyarakat yang doyan bergosip itu pun melanjutkan obrolan kemana-mana, saat sesi belanja di tukang sayur, saat arisan, dsb…Pokoknya “tuh keluarga pengantin aneh” itu diingat-ingat sepanjang sejarah deh.

Naudzubillah, kasihan sekali para manusia berlidah kotor seperti itu. Sedangkan justru keluarga pengantin itu adalah pionir dan teladan yang baik, saat ini sudah banyak para junior mereka yang “meniru” adab pernikahan islami, sederhana, bersahaja, tidak ikhtilat, dan tidak berlebih-lebihan.

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan), dan janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk(fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Wahai orang-orang yang beriman! jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al-Hujurat : 11-12)

Juga cerita lainnya, saat Munirah melapisi kain hijab di tangannya kala bersalaman dengan pejabat dan rombongan bupati yang mengunjungi madrasah kecil di kampungnya.

Masyarakat sibuk bisik-bisik melulu, “menuduh” bahwa Munirah “ekstrim”, toh jabat tangan dengan pembesar adalah kebanggaan, bila perlu dipoto dan dipajang di ruang tamu, begitu pikir mereka. Oalah… Saya juga jadi ingat masa kecil, waktu teman-teman sibuk berebutan salaman dengan presiden saat dia datang ke kompleks perumahan kami.

Saya yang paling kecil disitu malah bingung, “ngapain sih berebutan salaman”, pikiranku dulu begitu. Lagi pula presidennya kan tidak banyak waktu, pasti harus melaksanakan tugas lainnya yang sudah dijadwalkan. Malah ada-ada saja insiden kecil yang terjadi, ada yang kakinya terinjak, terkilir, dll, gara-gara antrian jabat tangan, aduh, ternyata kejadian yang seperti itu tetap “nge-trend” sampai sekarang.

Manusia…. Yah, kita manusia sering lupa bahwa kebanggaan dan kebahagiaan itu tidak terletak pada “penilaian para penguasa, para pembesar”, tidak terletak di tangan-tangan manusia lainnya. Kita sering lupa bahwa saat Sang Khaliq memeluk dan membimbing jalan kita, “bercurhat” dengan-Nya di tengah malam gulita, justru kegiatan —yang paling malas dilakukan inilah—malah merupakan kegiatan paling mebanggakan dan membahagiakan di hati, bagi orang beriman. Insya Allah.

Dulu di masa jadi anak sekolah, apabila ada teman yang saling jabat tangan khususnya lelaki dan perempuan, maka teman lain akan bersiul dan menggoda, “ehem… ehem….”, atau “cieee… cieee… kapan nih jadiannya?”.

Astaghfirrulloh. Saat ini pun isu jabat tangan masih sering “jadi sumber pertengakaran kecil” antara Saya dan suami, misalkan saat ada acara keluarga kantor piknik bersama. Waktu itu kami baru pindah ke Krakow.

Kebetulan teman kantor suami (teman yang wanita) bersalaman denganku sekaligus cipika-cipiki (maksudnya cium pipi kanan dan kiri, yah).

Namun tradisi “disini” kaum adam dan hawa semuanya cipika-cipiki, jadi seusai bersalaman denganku, teman-teman wanita itu langsung “nyosor” aja mau cipika-cipiki suamiku, aiiih, (siapapun tentu tahu perasaanku saat itu, dan bisa kalian tebak perubahan wajahku tentunya, hehe).

Uuntungnya suamiku menggunakan sarung tangan tebal sehingga tidak bersentuhan langsung dengan para teman wanita itu pada saat menahan tangan dan badan mereka yang sudah maju ke arahnya, “sorry, we are mosleem, this is not our tradition…”, ujar suamiku. “ooh, okay…. Ladies only…sorry yah”, kata teman-teman blonde itu.

Begitu pun sebaliknya, “kena tidak tadi?”, penasaran suamiku bertanya saat Saya usai bertemu teman-temannya yang laki-laki. “yah, gak lah… kan salamannya jarak jauh, aku malah nyuruh anak-anak yang bersalaman…”, ujarku seraya menjelaskan bahwa Saya tadi bersalaman “cara kita”, mengatupkan tangan di depan dada sambil tersenyum. Saling cemburu itu berarti tanda cinta, donk!

Dan ternyata isu jabat tangan ini bisa mendunia, gara-gara jabat tangan yang “tersentuh tak sengaja” oleh sosok pak menteri kita. Bahkan surat kabar Eropa dan Amerika jadi menulis banyak artikel tentang hal ini, waduh, kejadiannya sudah hampir dua minggu lalu, tapi “hot news”nya jadi lama yah.

Perhatian rakyat yang besar ini berarti tandanya Pak Ts disayangi oleh rakyat, lho… Dan semoga saja para “gossipers”nya memang orang-orang yang belum memahami Islam dengan baik, dan kaum mukminin jangan sampai terjebak untuk “ikutan mengompori” berita, jangan terjebak pada ghibah, ingatlah, salah satu ciri orang beriman, dan firman Allah :

“dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna” (QS. Al-Mu’minuun : 3)

Mari kita pun do’akan Pak TS, semoga dilimpahi kemudahan-Nya dalam menjalankan tugas negara, semoga lain kali bisa “sedia payung sebelum hujan”, misalnya pakai sarung tangan saja pak, supaya kejadian tersebut tidak terulang.

Wallahu ‘alam bisshowab.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 23, 2010 in Uncategorized

 

Tag:

Indahnya Berjalan Di Jalan Dakwah


Oleh : Ali Abdurrahman

Saat ini kondisi kehidupan masyarakat muslim tidak begitu kondusif bagi ke-Islam-an mereka, corak kehidupan yang sekuleristik sudah merambah ke hampir seluruh sendi kehidupan, baik itu pada sektor ekonomi, kebudayaan, pergaulan masyarakat, sampai pada tataran sistem politik dan pemerintahan. Jika di ibaratkan, kaum muslim saat ini seperti kawanan ikan yang sedang menjalani hidup di tempat yang bukan pada habitatnya.

Habitat umat Islam adalah berada ditempat yang diatur dengan wahyu Ilahi (kehidupan Islam), bukan aturan yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Allah SWT telah memberitahukan:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ

”Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian.” (QS. Al-Maidah: 3).

Dalam ayat yang mulia di atas, Allah SWT mengabarkan bahwa agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW kepada seluruh manusia adalah agama yang sempurna, mencakup seluruh perkara yang cocok diterapkan di setiap zaman, setiap tempat dan setiap umat. Islam adalah agama yang sarat dengan ilmu, kemudahan, keadilan dan kebaikan. Islam adalah pedoman hidup yang jelas, sempurna dan lurus untuk seluruh bidang kehidupan.

Islam adalah agama dan negara (daulah), di dalamnya terdapat manhaj yang haq dalam bidang hukum, pengadilan, politik, kemasyarakatan dan perekonomian serta segala perkara yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan dunia mereka, dan dengan Islam nantinya mereka akan bahagia di kehidupan akhirat. (Dinul Haq, Abdurrahman bin Hammad Alu Muhammad).

Didalam kitab An-Nidhamu Al-Islam, Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani juga menjelaskan, setidaknya ada tiga konsep yang diatur oleh Islam:

Pertama : Mengatur segenap perbuatan manusia dalam hubunganya dengan Khaliq-nya, hal ini tercermin dalam aqidah dan ibadah ritual dan spiritual. Semisal: Tauhid, sholat, zakat, puasa dan lain-lain. Kedua : Mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Yang diwujudkan berupa akhlak, pakaian, dan makanan. Ketiga : Mengatur manusia dengan lingkungan sosial. Hal ini diwujudkan dalam bentuk mu’amalah dan uqubat. (sistem ekonomi Islam, sistem pemerintahan Islam, sistem politik Islam, sistem pidana Islam, strategi pendidikan, strategi pertanian, dan lain sebagainya).

Namun saat ini Islam tidak diterapkan secara menyeluruh (kaffah), Islam tidak lagi menjadi ”way of life’ yang sempurna, masyarakat dipaksa untuk hidup didalam sebuah sistem sampah jahiliyyah. Dengan kondisi semacam ini, banyak diantara kaum muslim yang tergerus oleh keadaan, diantara mereka ada yang kondisi keislamannya cuma sebatas pada kartu identitasnya saja, Ada juga yang punya semboyan “ibadah yes maksiat yes”, alias ibadahnya jalan, maksiat juga tetap melenggang.

Ditengah hiruk pikuk kesenangan dunia yang sungguh menggoda ini, masih ada beberapa pihak yang tidak terpengaruh untuk berbuat sampai melanggar batas, mereka masih aktif beribadah, ditambah dengan sedekah, infak, juga haji maupun umrah, bagi mereka yang mampu. Namun disisi lain, mereka tidak mau ambil pusing dengan kondisi yang ada, kalaupun mau, maka hal itu cuma ala kadarnya, bagi mereka urusan dakwah ini tidak terlalu penting.

Padahal kalau mau menengok sirah nabi, disana ditemukan bahwa dahulu Rasulullah Saw dan para sahabat menjadikan aktivitas dakwah yang mulia ini sebagai poros dalam kehidupan mereka. Ada banyak sekali kisah dahsyat para sahabat yang tentunya bisa kita petik sebagai pelajaran.

Salah satunya adalah Ibnu Mas’ud r.a, seorang sahabat yang pertama kali membacakan Al-Qur’an secara terbuka di tempat berkumpulnya kaum Quraisy di dekat ka’bah. Ternyata apa yang terjadi?, ia dipukuli oleh orang-orang Quraisy sampai babak belur, hebatnya Ibnu Mas’ud setelah kejadian itu tidak menjadi ciut nyali, bahkan ia mengatakan ”mulai sekarang tidak ada lagi yang kutakutkan dari orang quraisy, berikanlah lagi ayat-ayat Al-Qur’an, pasti akan kubacakan dihadapan mereka”. Luar biasa!

Kisah menajubkan lain ialah, sahabat Rasul yang bernama Sa’ad bin abi waqas, keimananya teruji dengan ancaman dari Ibundanya yang akan melakukan mogok makan jika Sa’ad tidak mau kembali pada agama nenek moyangnya. Kepada ibunya, sa’ad berkata: ”Wahai ibu, ketahuilah, demi Allah, kalu sekiranya bunda punya seratus nyawa dan keluar satu persatu, aku tidak akan meninggalkan agamaku ini”. Subhanallah.

Sampaikan walau satu ayat

Dakwah diwajibkan oleh Allah SWT, yang dijelaskan di banyak ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits Rasul-Nya.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran:104)

Dijelaskan oleh Imam Ibnu katsir dalam kitab tafsirnya, pada kata “al-khair” diatas adalah Al-Quran dan As-Sunnah, sedangkan tafsir Jalalain menjelaskan maksud dari kata “al-khair” adalah Islam.

Perintah Allah SWT tentang aktivitas dakwah ini juga dijelaskan dalam firman-Nya:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (QS. an-Nahl: 125).

Seruan para pengemban dakwah kepada Islam juga dipuji oleh Allah SWT. Padahal tidak ada pujian yang lebih berharga selain pujian dari-Nya. Dia SWT berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?’.” (QS. Fushshilat: 33).

Dalam kitabnya Sayyid Quthub menfsirkan ayat ini, beliau berkata: “Kalimat-kalimat dakwah yang diucapkan sang dai’i adalah paling baiknya kalimat, ia berada pada barisan pertama di antara kalimat-kalimat yang baik yang mendaki ke langit.” (fii dzilaalil qur’an, (5/ halaman. 3121).

Menempuh jalan dakwah ini tentunya dibutuhkan kesabaran, keikhasan dan pengorbanan, berkorban waktu, harta, bahkan jiwa. Berusaha untuk mencari keridhoan-Nya. Sebuah pilihan hidup yang tentunya insyaAllah tiada sia-sia. Allah menjanjikan balasan yang istimewa bagi mereka.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (Al ‘Ankabut:7).

Begitulah kenikmatan hidup yang yang sebenarnya, hanya bisa diraih ketika kita mentaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Ikut berjibaku dalam perjuangan, untuk melanjutkan kehidupan Islam. Tidak ada kemuliaan tanpa Islam, tidak ada Islam tanpa syariah, tidak sempurna syariah tanpa daulah khilafah ala minhajin nubuwwah. Semoga kita dimudahkan oleh-Nya agar selalu ikhlas dan istiqomah di jalan ini, jalan yang kita cintai, sampai akhir hayat nanti. Amin. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Ali Abdurrahman; Pengasuh Kajian Remaja Riski

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 21, 2010 in Uncategorized

 

Tag:

Muslim Jerman Jadi Korban Kecurigaan


Umat Islam di Jerman saat ini menjadi korban kecurigaan menyusul adanya peringatan minggu ini yang menyatakan bahwa teroris Islam berencana melakukan serangan, Dewan Pusat Muslim Jerman memperingatkan pada hari Sabtu kemarin (20/11).

‘Selama bertahun-tahun kami telah mendengar adanya peringatan serangan teroris yang menyebarkan ketakutan,” kata kepala Dewan, Aiman Mazyek, kepada kantor berita Jerman DPA.

“Umat Islam Jerman menjadi dua kali lipat ketakutannya – karena mereka bisa menjadi korban serangan itu, dan adanya kecurigaan dikalangan warga Jerman terhadap umat Islam yang terbentuk dengan cara ini,” tambah Mazyek.

Read the rest of this entry »

 
Komentar Dinonaktifkan pada Muslim Jerman Jadi Korban Kecurigaan

Ditulis oleh pada November 21, 2010 in Uncategorized

 

Tag:

Pembodohan dan Penipuan Terhadap Umat Islam


Sebuah media nasional yang terbit di Jakarta tak henti-hentinya mengangkat pluralisme, toleransi, perlunya dialog antar iman, dan saling menghormati serta kerjasama antar golongan agama. Di sisi lain, media itu, tak henti-hentinya menyebarkan infomarsi dan opini untuk melawan kelompok garis keras, radikal, dan kaum ekstrim, serta lebih khusus lagi dengan apa yang disebut ‘teroris’.
Kompas menjadi corong yang menghantarkan opini tentang ‘terorisme’, yang menjadi ancaman, bahaya laten, dan akan merusak integrasi bangsa. Karena itu terus melakukan kampanye terhadap masalah torerisme. Kompas dengan mengutip Kepala Nasional Pananggulangan Terorisme, Inspektur Jenderal (Purn) Ansyad Mbai, yang menyatakan, “Penyusupan ajaran radikal semakin luas, sudah masuk ke perguruan-perguruan tinggi elite, bukan perguruan tinggi pinggiran. Bahkan, menyusup ke perkantoran dan memengaruhi karyawan”.
Dengan mengutip pernyataan Ansyad Mbai ini, maka media ini telah mengarahkan pihak keamanan, bukan saja yang menjadi objek pondok pesantren, tetapi sekarang diperluas dan diperlebar ke perguruan tinggi negeri (elite), yang dianggap akan menjadi ancaman keamanan nasional, karena telah tersusupi. Opini itu bukan hanya perguruan tinggi negeri, tetapi juga kantor-kantor. Dengan pemuatan oleh Kompas ini, maka akan menimbulkan persoalan yang serius dikalangan mahasiswa perguruan tinggi negeri (elite), dan para karyawan kantor yang selama ini, mereka tidak pernah membuat persoalan apapun di bidang keamanan, yang dikaitkan dengan terorisme. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 8, 2010 in Uncategorized

 

Tag:

Merapi Masih Simpan Energi Besar


Lava Pijar Merapi

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA–Gunung Merapi masih menyimpan energi yang besar, sehingga Badan Geologi belum dapat memprediksi kapan letusannya akan mereda.”Sejak 3 November 2010 sampai sekarang Merapi telah empat hari meletus tanpa henti, itu berarti energi yang tersimpan masih besar,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) R Sukhyar, di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, energi yang dikeluarkan Gunung Merapi sejak letusan 3 November hingga 7 November 2010 masih terus berlangsung hingga sekarang, bahkan lebih besar dibanding letusan pertama yang terjadi pada 26 Oktober 2010. Ia mengatakan energi letusan Gunung Merapi pada 3-7 November 2010 tiga kali lebih besar dengan energi letusan pada 26 Oktober 2010.”Kami tidak dapat memprediksi kapan energi tersebut habis, sehingga Gunung Merapi tidak lagi meletus. Sekarang, kita ikuti dulu saja apa yang dimaui gunung ini,” katanya.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 8, 2010 in Uncategorized

 

Tag: