RSS

Arsip Bulanan: Juli 2011

Dakwah dan Politik Merupakan Dua Kekuatan Yang Saling Menguatkan


Makassar– Dakwah dan politik merupakan dua kekuatan yang saling menguatkan dalam penegakan amar ma’ruf nahi mungkar sehingga masyarakat merasakan keamanan,keadilan dan kesejahteraan, demikian ungkap Dr.H.Irwan Akib,M.Pd, rektor Unismuh Makassar dalam Diskusi Publik yang di laksanakan kerjasama Mubaligh Hijrah Unismuh dengan Harian Tribun Timur Makassar,Kamis ( 14/07/2011) yang juga tampil sebagai narasumber Dr.Jayadi Nas ( Ketua KPU Sulsel), dan Syamsibar ( Kepala Biro Mental dan spritual Sulsel) dengan tema ” Dakwah dan Politik, mungkinkah ?” Read the rest of this entry »

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 15, 2011 in Tak Berkategori

 

Tag:

Muhammadiyah: Puasa 29 Hari, Awal Ramadhan 1 Agustus


YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal ramadhan atau 1 Ramadhan 1432 H jatuh Senin Legi, 1 Agustus 2011. Sedangkan 1 Syawal 1432 H akan jatuh pada hari Selasa Kliwon 30 Agustus 2011. Dengan demikian puasa yang akan dijalankan warga Muhammadiyah hanya 29 hari. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 15, 2011 in Tak Berkategori

 

Tag:

Ketua DPRD Pringsewu Pukul Ketua Pemuda Pancasila


BANDARLAMPUNG News – Ketua DPRD Pringsewu, Provinsi Lampung, Ilyasa dilaporkan ke Polsek Pringsewu karena menendang dan menghadiahi bogem mentah kepada Muhyin, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Pringsewu, Rabu (13/7).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30, bermula ketika Muhyin hendak menemui Ketua DPRD Pringsewu dengan maksud melakukan konfirmasi terkait aksi damai yang mengatasnamakan aliansi Masyarakat Pringsewu yang menolak aksi-aksi demo di daerah itu. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 14, 2011 in Tak Berkategori

 

Tag:

PRINGSEWU


Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu dari 14 daerah otonom kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Sejarah Pringsewu diawali dengan berdirinya sebuah perkampungan (tiuh) yang bernama Margakaya pada tahun 1738 Masehi, yang dihuni masyarakat asli suku Lampung-Pubian yang berada di tepi aliran sungai Way Tebu (4 km dari pusat Kota Pringsewu ke arah selatan saat ini).

Selanjutnya, 187 tahun berikutnya yakni pada tahun 1925 sekelompok masyarakat dari Pulau Jawa, melalui program kolonisasi oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, juga membuka areal permukiman baru dengan membabat hutan bambu yang cukup lebat di sekitar tiuh Margakaya tersebut. Karena begitu banyaknya pohon bambu di hutan yang mereka buka tersebut, oleh masyarakat desa yang baru dibuka tersebut dinamakan Pringsewu, yang berasal dari bahasa Jawa yang artinya Bambu Seribu.

Saat ini daerah yang dahulunya hutan bambu tersebut telah menjelma menjadi sebuah kota yang cukup maju dan ramai di Provinsi Lampung, yakni yang sekarang dikenal sebagai ‘Pringsewu’ yang saat ini juga merupakan salah satu kota terbesar di Provinsi Lampung.

Kabupaten Pringsewu mempunyai luas wilayah 625 km2, berpenduduk 377.857 jiwa (data 2011) terdiri dari 195.400 laki–laki dan 182.457 perempuan. Kabupaten Pringsewu terdiri dari 96 pekon (desa) dan 5 kelurahan, yang tersebar di 8 kecamatan, yaitu Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, Pardasuka, Gadingrejo, Sukoharjo, Ambarawa, Adiluwih, dan Kecamatan Banyumas.

Dari segi luas wilayah, Kabupaten Pringsewu saat ini merupakan kabupaten terkecil, sekaligus terpadat di Provinsi Lampung.

Pertanyaan kita setelah Pringsewu menjadi Kabupaten, siapa yang layak jadi bupati hasil pemilihan langsung nanti (28 September 2011). BERBAGAI upaya dilakukan calon kepala daerah untuk menarik simpati masyarakat menjelang PEMILUKADA. Para calon kepala daerah memberikan janji-janji surga kepada masyarakat. Sebagai pemimpin, calon bupati terpilih harus mengerti apa yang menjadi kemauan rakyat. Janji-janji yang sudah disampaikan waktu kampanye juga harus bisa ditepati dan betul-betul diusahakan agar terlaksana, BUKAN OBRAL JANJI AJAAAAAA………!!!!!!!!!!!!!!!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 12, 2011 in Tak Berkategori

 

Tag:

Berhasil Menangkap Harimau Warga Minta Kompensasi Rp 10 Juta


REPUBLIKA.CO.ID,PADANG–Warga Desa Tarok, Nagari Kepala Hilalang, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, meminta kompensasi uang Rp10 juta untuk seekor harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) yang mereka tangkap.

“Kami bukannya meminta bayaran, tetapi mohon pengertian saja dari pihak terkait setelah kami menangkap harimau ini,” kata tokoh pemuda setempat, Asriwal Pangeran, di Padangpariaman, Senin. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 12, 2011 in Tak Berkategori

 

Tag:

Alhamdulillah…Keluarga Keturunan Tionghoa di Indonesia Kian Terbuka Terhadap Islam


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Syiar Islam di kalangan keturunan Tionghoa mulai menuai hasil. Hal itu terlihat dari keterbukaan di sebagian keluarga Tionghoa untuk mengenal Islam. Demikian diungkapkan Humas sekaligus pengurus Masjid Lautze dan Yayasan Ali Karim Oei, Yusman Alfian kepada republika.co.id, Saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (11/7).

Dikatakan Yusman, sudah menjadi hal umum di masjid Lauzte melihat keluarga yang kebetulan non Muslim ikut melihat secara langsung proses Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 12, 2011 in Mu'alaf

 

Tag:

Aisha Uddin: Orang Boleh Tak Senang, Tapi Saya Bangga Bisa Menjadi Muslim


REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Kulitnya putih pucat, matanya biru terang. Sebelum berjilbab, banyak orang terkaget-kaget ia bisa melantunkan Al Fatihah dengan merdu. Memang, tak sefasih Sameeah Karim, sahabatnya. Namun, bagi seorang kulit putih seperti dirinya, sungguh luar biasa.

Sudah beberapa tahun ini, Aisha memeluk Islam. Gadis 22 tahun ini juga sudah mulai berjilbab, bahkan lebih gemar mengenakan abaya. “Sebelum ini, jeans dan hoodies adalah busana saya sehari-hari…juga make up tebal,” ia terkekeh menceritakan. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 12, 2011 in Mu'alaf

 

Tag: